Anggur brazilian

buah lebat

Tidak seperti kebanyakan pohon yang berbuah lainnya, pohon anggur ini cukup unik. Buah-buahnya tumbuh di batang-batang besar tepatnya di tubuh pohon itu sendiri. Memang Jabuticaba, adalah jenis pohon anggur yang cukup unik. Pohon anggur ini dapat dijumpai di sekitar Amerika Selatan seperti Brazil, Paraguay dan Argentina.
Melansir Oddity Central, Rabu (14/4) disebutkan, anggur jaboticaba mempunyai sifat berbunga majemuk dan muncul di batang, bukan ujung cabang yang istilahnya disebut cauliflori.

Pohon jaboticaba mempunyai banyak cabang, Sepintas penampilan jaboticaba mirip anggur hitam. Bentuk, warna, dan tekstur dagingnya memang mirip. Buah matang berkulit ungu pekat kehitam-hitaman dengan kulit tipis tapi kencang. Buah muda berwarna hijau. Kulit tipis yang membungkus daging putih bening itu terasa lembut jika dikulum. Karena sifat kulitnya kencang, di Brazil-daerah asal-kulit yang dikeringkan digunakan sebagai obat diare, asma, atau radang. Makanya sebutan anggur brazil pun disematkan.
Dalam satu buah ada 1-5 biji kecil. Di tanah air, penampilan buahnya saru dengan kupa Syzygium polycephalum. Gowok-sebutan kupa di Jawa-memang memiliki warna, bentuk, dan ukuran yang mirip dengan jaboticaba. Namun, keduanya spesies dari genus yang berbeda.

Citarasa buah anggota famili Myrtaceae itu berubah seiring pertambahan umur buah. Sembilan hari terakhir menjelang matang-buah matang dalam 20-30 hari pascamuncul bunga-perubahan itu terjadi. Hari pertama, rasanya seperti jambu biji; kedua, manggis; ketiga, leci; keempat, markisa; kelima, srikaya; keenam sampai delapan, anggur. Hari kesembilan saat buah matang sempurna, sensasi rasanya paling enak: manis dan aromanya harum, dan Nilai tambah Buah anggur jaboticaba
Karena sifat kulitnya kencang, di Brazil kulit buah anggur yang dikeringkan digunakan sebagai obat diare, asma, atau radang. Para ilmuwan kini meneliti apakah kulit buah ini dapat dijadikan sebagai obat kanker sebab ditemukan kandungan anti-kanker pada kulit buah ini.

Posted in Uncategorized | Leave a comment